Sering Mengulang Kesalahan yang Sama

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Samawi (29 tahun). Usia pernikahan 2 tahun dan dikaruniai putri usia 8 bulan. Saya sedang frustasi, mengingat perilaku istri sulit berubah dari kesalahan yang sama dan berulang. Saya sudah seringkali menegurnya tapi tidak berubah, malah balik marah. Lalu apa yang harus saya lakukan? Mohon arahan dan bimbingannya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum. Warahmatullahi wabarakatuh

Samawi | Pekanbaru

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh. Semoga kebahagiaan Allah SWT anugerahkan kepada Anda dan keluarga; Sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.

Bapak, permasalahan yang Anda ajukan senada dengan tiga pertanyaan lainnya yang sampai ke redaksi.

Bapak Samawi, pernikahan Anda yang baru 2 tahun, adalah usia yang masih baru. Tentunya Anda masih perlu banyak penyesuaian dalam membangun hubungan dengan istri. 

Suami adalah kepala rumah tangga, pembuat keputusan, pelindung dan pengayom. Sementara fitrah, istri membutuhkan pengarahan suami. 

Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya: “Perempuan tidak akan mampu lurus selamanya. Jika kamu merelakannya meski ada kebengkokan itu, kamu akan bahagia bersamanya. Tetapi jika kamu memaksa meluruskan kebengkokannya, kamu akan membuatnya patah, yaitu perceraian.” (HR. Muslim).

Ada beberapa langkah dalam menyikapi perilaku istri Anda.

Pertama, hadapi dengan lapang dada dan mudah memaafkan

Allah SWT berfirman: “Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya,” (QS Ali ‘Imran: 159).

Kedua, walau sering berulang, Anda tidak boleh menegurnya dengan emosional dan marah 

Rasulullah ﷺ merupakan uswatun hasanah (sebaik-baiknya panutan). Rasulullah ﷺ merupakan pribadi yang tidak pernah marah pada istrinya 

Pernah dalam keadaan marah, Rasulullah memencet hidung istrinya, Aisyah r.a, seraya berkata, “Ya Humaira, bacalah doa. Wahai Rabb-ku, ampuni dosa-dosaku, hilangkan kerasnya hatiku, dan lindungi aku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR Ibnu Sunni).

Kata “humairah”, adalah kata pujian untuk sang istri. Itulah akhlak agung Rasulullah ﷺ. 

Langkah ketiga, bersikap sabar

Allah SWT berfirman yang artinya; “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)

Yang  jelas kalau melihat kekurangan pada perilaku istri, maka lihatlah dari sisi lain, pasti ada yang bisa menutupi kekurangan tadi. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridai.” (HR. Muslim, no. 1469)

Keempat, jangan bersikap kasar 

Anda pemimpin rumah tangga, sudah seharusnya bersikap hati-hati saat menyikapi kesalahan istri. 

Dalam satu Riwayat, Muawiyah bin Haidah pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ; “Wahai Rasulullah, apa saja hak istri terhadap suaminya?” Rasulullah pun menjawab, “Engkau beri makan istrimu apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Janganlah engkau memukul wajahnya, jangan menjelekkannya, dan jangan mendiamkannya kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud).

Demikian, semoga Allah SWT berikan taufik kepada Anda. Tugas kita sebagai pemimpin, adalah bisa mengantarkan istri dan anak menuju surga Allah. Aamiin. Wallahu a’lam.*