Kita mungkin sangat sering mendengar istilah filantropi. Secara bahasa itu artinya “cinta kasih (kedermawanan dan sebagainya) kepada manusia”. Artinya ketika seseorang memberi dan berbagi ia telah menjalankan kesadaran filantropi, peduli dan penuh empati.
Masih dalam lingkup bahasa, dalam kamus Merriam Webster filantropi artinya praktik menyumbangkan uang dan waktu untuk membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.
Kemudian ada tambahan, bahwa filantropi adalah goodwill to fellow members of the human race, especially: active effort to promote human welfare (Kebaikan kepada sesama anggota umat manusia, terutama: upaya aktif untuk mendorong kesejahteraan manusia).
Terangkum dalam ZIS
Zakat, infak dan sedekah, sejatinya merangkum apa yang kita kenal sebagai filantropi. Meskipun konteks khusus zakat itu adalah kewajiban orang beriman kepada Allah SWT. Namun dalam sisi pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara langsung menolong mereka yang lemah.
Oleh karena itu tidak heran kalau lembaga amil zakat, terkadang juga disebut lembaga filantropi, karena peran dan kiprahnya memang tentang memberdayakan masyarakat.
Lebih dalam, Islam memang mendorong kita untuk mencapai level terbaik dalam kedermawanan. Misalnya yang tertera dalam Surah Ali Imran ayat ke-92.
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
Terang sekali ayat itu memberikan panduan bahwa surga tidak akan dicapai kecuali oleh orang yang mau peduli. Rela memberikan yang paling dicintai untuk Islam. Meski demikian Islam sejatinya tak mendorong perbuatan memberi secara tidak proporsional. Karena setiap Muslim juga harus memberi perhatian dan kepedulian kepada keluarga dekat dan kerabat.
Dalam kata yang lain, zakat, infak dan zakat bukan semata amalan yang sifatnya filantropis, tetapi juga memastikan hati seseorang selamat dari mencintai harta secara berlebihan apalagi membabi buta.
Sekarang
Sedekah itu baik dan di bulan Ramadan menjadi sangat baik.
Dari Anas dikatakan, Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama? Rasul menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan” (HR At-Tirmidzi).
Dengan demikian, mari perbanyak sedekah pada bulan Ramadan ini. Berapapun sedekah itu. Niatkan karena Allah, maka insya Allah maslahat akan Allah hadirkan bagi kehidupan kita semua.*