‘Perburuan” Tentara Zionis di Berbagai Belahan Dunia

Para tentara IDF beramai-ramai menghapus akun medsos karena takut tuntutan kejahatan perang di seluruh dunia

Seorang mantan tentara ‘Israel’ sedang berlibur ke Brazil. Namun Dror Zvi Bauer, nama tentara yang pernah bergabung di Batalion 614 IDF ini kaget, tiba-tiba ia dilaporkan terlibat kejahatan perang.

Hind Rajab Foundation (HRF), demikian nama lembaga pelapor,  meminta Brazil menghukumnya atas kejahatan genosida di Jalur Gaza. Bauer,  dituduh melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza sejak Oktober 2023.

HRF yang berbasis di Brussels, menggunakan akun media sosial para tentara IDF sebagai bukti materi dan kekejaman mereka terhadap warga Palestina, termasuk keterlibatan Bauer menghancurkan rumah, sekolah, dan rumah sakit.

HRF punya bukti video Bauer menghasut kebencian melalui platform online, bukti dia  melegalkan pembunuhan perempuan, orang tua, dan anak-anak tak berdosa di Gaza.

Selain meminta Brazil,  HRF, menekan pemerintah Jerman, Australia, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), bahkan  pemerintah Thailand, Sri Lanka, Chili dan negara-negara lain, menurut situs webnya. 

Dalam sekejab, seorang hakim Brasil memerintahkan polisi segera menyelidiki tentara IDF yang sedang berlibur ke negerinya, sesuai desakan HRF. 

Hapus akun medsos massal

Baru-baru ini pesawat Bauer mendarat di Wina, Austria, namun ia langsung pindah ke Budapest, ibu kota Hongaria, yang kemungkinan ia sulit untuk dituntut.

Meski belum bisa ditangkap, para pengguna X, dulu bernama Twitter, ramai-ramai membagikan foto Bauer menenteng senjata dengan latar belakang Gaza yang hancur dalam bentuk poster, yang disebar di jalan-jalan Kota Wina.

Tak ayal, kasus di Brazil ini telah memulai kehebohan politik dan kecemasan massal di  ‘Israel’. “Fakta bahwa seorang tentara cadangan ‘Israel’ harus melarikan diri dari Brazil di tengah malam untuk menghindari penangkapan karena bertempur di Gaza adalah kegagalan politik monumental dari pemerintah yang tidak mampu berfungsi,” kata pemimpin oposisi, Yair Lapid.

Seorang mantan perwira senior IDF mengatakan kepada CNN bahwa ada peningkatan jumlah upaya di luar negeri untuk mengajukan tuntutan tentara ‘Israel’. 

Dia mengatakan tidak seperti di masa lalu, yang relatif aman, saat ini, kelompok aktivis berani mengejar perwira tinggi IDF dan politisi ‘Israel’.

Keresahan tak hanya di kalangan tentara IDF saja. Kementerian Luar Negeri ‘Israel’ Gideon Sa’ar segera berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Brazil, memastikan warganya “aman”.

di tempat lain, puluhan tentara Zionis dilaporkan ramai-ramai menghapus akun media sosial mereka, termasuk Facebook dan Instagram, sebelum bepergian ke Brasil. Penghapusan mereka lakukan karena takut tuduhan kejahatan perang dan kemanusiaan. 

Apalagi beberapa pekan mendatang ada Karnaval Rio de Janeiro. 

Para pejabat ‘Israel’ mengumumkan untuk tidak memuat kegiatan militer di media sosial akibat tekanan kelompok pro-Palestina. Belum ada konfirmasi tentara ‘Israel’ yang telah ditahan atau ditangkap, namun setidaknya, mulai hari ini mereka tidak bisa tidur nyenyak.*