Menghormati Senior dan Orang Berjasa 

“al Ihtiram” (sikap hormat) adalah sikap yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam

Mendidik untuk menghormati orang yang lebih senior atau orang yang berjasa dalam perjuangan merupakan salah satu pendekatan tarbiyah Rasulullah ﷺ pada sahabatnya.

Allah Ta’ala memuliakan dan memberikan penghormatan kepada orang yang lebih dahulu memeluk Islam. (QS. Al Hadid: 10)

Dalam bahasa Arab, kata “hormat” disebut “al Ihtiram”, sikap ini sangat dijunjung tinggi dalam Islam. 

Rasulullah ﷺ dalam banyak peristiwa sering kali mengutamakan para sahabat yang lebih senior dan yang berjasa. Suatu ketika Abu Bakar dan Umar bin Khattab r.a. berselisih.

Saat  Bakar menemui Umar untuk meminta maaf,  Umar enggan menerima permintaan maaf Abu Bakar r.a. Kemudian Abu Bakar menceritakan pada Rasulullah ﷺ apa yang terjadi.  Lalu Nabi ﷺ bersabda:

“Allah mengutusku kepada kalian!,” kata Nabi. “Lalu kalian (dulu) mengatakan, ‘Engkau (wahai Muhammad) berdusta!’, tetapi Abu Bakar berkata, ‘Ia (Muhammad) benar!’. Ia telah melindungiku dengan diri dan hartanya. Bisakah kalian membiarkan sahabatku ini bersamaku (tidak melukai hatinya)?” (Shahih al Bukhari, Kitab Ashabi an Nabi Saw, no. 3661, 5/5) 

Rasulullah ﷺ bersabda:  “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil, dan yang kecil tidak menghormati yang lebih tua, serta tidak menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran.” (Sunan at Tirmidzi).

Tantangan era globalisasi saat ini, berkurangnya sikap sopan santun dan penghormatan kepada orang tua, kepada gurunya, dan orang lebih alim.  Sopan santun perlu diajarkan pada anak-anak sejak dini antara lain: 

  1. Tidak mendahului orang dewasa berbicara

Samurah bin Jundub  menceritakan: “Pada masa Rasulullah hidup, aku masih anak-anak. Dahulu aku menghafal darinya. Maka tidak ada sesuatu yang mencegahku untuk berbicara kecuali karena disana terdapat orang-orang dewasa yang lebih tua dariku.” (Shahih Muslim, Kitab Al Janaiz, no. 964, 2/664). 

  1. Memberi salam yang lebih tua

Nabi ﷺ memerintahkan memberi salam kepada yang lebih tua. “Yang kecil memberi salam kepada yang tua, orang yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, dan yang sedikit memberi salam kepada yang banyak.”(Shahih al Bukhari, Kitab al Isti’dzan, Bab Taslim al Qalil ‘Ala al Katsir, no. 6231, 8/52).

  1. Tidak berkata kasar 

Islam mengajarkan bertutur kata dengan lemah lembut kepada orang yang lebih tua. Allah Ta’ala berfirman: 

“…Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra’: 23-24)

  1. Mengutamakan yang lebih tua

Dari Abi Mas’ud, dia menceritakan:  “Dahulu Rasulullah mengusap pundak kami dalam shalat seraya bersabda, ‘Luruskanlah, dan jangan berselisih sehingga hati kalian bisa berselisih. Hendaklah yang tepat di belakangku orang dewasa yang memiliki kecerdasan dan orang berakal di antara kalian, kemudian orang yang sesudah mereka kemudian orang yang sesudah mereka’.” (Shahih Muslim, Kitab as Shalah, no. 432, 1/323).

Dengan pola tarbiyah ala Rasulullah ﷺ,  diharapkan menjadi generasi beradab,  sebagai bekal kejayaan Islam di masa yang akan datang.*