Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh. Saya Hermawan (36 tahun) dan Herlina istri 30 tahun. Kami dikaruniai 2 anak (laki-laki dan perempuan). Dengan kesibukan kami bekerja di kantor, saya merasakan ada yang hilang dari kami berdua. Rasa cinta dan romantisme. Yang kami hadapi akhir-akhir ini adalah kebosanan dan rutinitas menjemukan. Mohon nasehatnya ustad. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh
Hermawan dan Herlina | Mamuju
Jawaban
Wa’alaikumussalam Warahmatullah wabarakatuh. Semoga Pak Hermawan dan Ibu Herlina senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan diberikan keberkahan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Pada beberapa pasangan suami istri terkadang mengalami transisi yang sulit. Tapi sejatinya, semua harus merasa senang, bahagia dan tertantang dengan pergeseran ini untuk menemukan formula tepat agar membuat ikatan tetap hangat, dan romansa suami istri tetap terjaga.
Maka saat Anda berdua dapat memastikan utuhnya perasaan yang tulus karena Allah, insyaa Allah akan membawa pada ketulusan cinta. Dan Ridha Allah tentunya lebih berharga dari segalanya, sehingga Anda berdua akan saling mencintai karena Allah.
“Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai, kamar-kamarnya di surga nanti terlihat seperti bintang yang muncul dari Timur atau bintang Barat yang berpijar. Lalu ada yang bertanya, “Siapa mereka itu? Mereka itu adalah orang-orang yang mencintai karena Allah ‘Azza wa jalla.” (HR Ahmad).
Beberapa langkah bisa Anda usahakan:
Pertama, lakukan komunikasi sesering mungkin. Temukan frekuensi yang sama yang akan membuat suasana adem dan hangat.
Pillow talk salah satunya, ngobrol di tempat tidur untuk saling mendekatkan diri secara emosional. Silahkan ngobrolin apa saja, ngobrol masa lalu, soal anak, bebas.
Bangkitkan kenangan indah dan buatlah momen spesial bersama, saling menghibur saat dilanda kesedihan.
Baginda Rasulullah ﷺ saja juga sering berbaring di pangkuan Bunda Aisyah RA. “Dahulu Rasulullah ﷺ meletakkan kepalanya di pangkuanku kemudian membaca Alqur’an sedangkan aku dalam keadaan haid.” [HR Abu Dawud, Bukhari, Muslim, Ahmad].
Kedua, biasakan saling memberikan pujian
Suami dan istri adalah manusia biasa. Semua suka dipuji, karena pujian terhadap pasangan membangkitkan hubungan.
Saling senangkan diri Anda berdua dengan pujian, khususnya di hadapan orang lain, seperti keluarga. Di sisi lain, hindari mengungkap aib pasangan.
Firman Allah: “Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).
Baginda Nabi ﷺ sendiri suka memuji istrinya dengan panggilan indah. Ibunda Aisyah berkata; “Orang-orang Habasyah pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi ﷺ memanggilku, “Wahai Humaira (wanita berwajah kemerah-merehan, red), apakah engkau ingin melihat mereka?” (HR. An Nasa’i).
Ketiga, melakukan tugas yang ringan bersama-sama
Lakukan ini dengan penuh kegembiraan, Pak Hermawan. Insyaa Allah tidak akan mengurangi kedudukan, apalagi menurunkan atau menjatuhkan kewibawaan Anda di hadapan isteri.
Berikan senyum yang manis yah Ibu Herlina, saat suami menyapu, cuci piring, memandikan anak atau menyuapinya. Yakinlah hal ini, disamping menyenangkan Anda berdua, juga menguatkan ikatan yang lebih erat lagi antara Anda dan anak-anak.
Keempat, sempatkan shalat berjamaah
Hadiri majelis ilmu, libur berduaan tanpa anak-anak, ciptakan suasana keceriaan bersama, membangun keintiman, komunikasi yang baik, bahkan mengembalikan suasana romantis Anda berdua. Insyaa Allah…
Selamat berjuang semoga semakin sakinah, mawaddah dan rahmah. Amin.