Menepis Godaan saat Puasa Ramadhan

Pertanyaan 

Assalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh. Bersamaan dengan ini, saya mohon bantuan. Saya ingat bulan puasa lalu ada kejadian masih belum terjawabkan. Saat itu pernikahan kami genap baru 4 bulan. Suami suka menggoda-goda, akhirnya kita berdua berciuman siang hari, tidak lebih. Apa nasehatnya untuk saya? Bagaimana bisa terjaga sampai akhir Ramadhan? Mohon penjelasan. Wassalamu’alaikum  Warahmatullah wabarakatuh

Lastri  | Pekalongan 

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi wabarakatuh. Izinkan saya mengucapkan selamat atas pernikahan Anda yang terbilang masih baru.  Berkaitan dengan bulan Suci Ramadhan, kita sambut kedatangannya dengan penuh sukacita dan ketaatan. 

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS:  Al-Baqarah: 183)

Maka, menjawab pertanyaan Ibu, berikut ini adalah beberapa saran agar dapat menjaga diri selama bulan Ramadhan dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik. 

Pertama, ajaklah suami berbicara tentang pentingnya menjaga kesucian puasa selama bulan Ramadhan. Sampaikan dengan lembut dan penuh kasih sayang agar suami memahami bahwa godaan tersebut bisa mengurangi nilai ibadah puasa Anda berdua. 

Hal ini penting, karena puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi sekali lagi,  menahan diri dari nafsu dan emosi yang bisa membatalkan atau mengurangi pahala puasa, termasuk godaan yang bersifat pikiran, lisan dan perilaku fisik. Sabda Rasulullah ﷺ yang artinya; “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh kepada puasanya meskipun ia meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari)

Kedua, ciptakan suasana rumah pada siang hari yang memotivasi untuk menyibukkan diri dengan kegiatan positif, misalkan olahraga. Menyibukkan diri dengan kegiatan positif sejatinya dapat membuat Anda berdua dapat mengalihkan dan menahan hasrat godaan yang tidak pada tempatnya. 

Selain itu bisa juga Anda coba untuk fokus beribadah bersama, seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, atau menyimak taushiyah dan kegiatan yang berpahala lainnya. 

Selebihnya hal yang sifatnya kebutuhan biologis Anda berdua, pastikan saja melakukannya ketika sudah berbuka puasa, bukan di rentang waktu saat puasa. 

Maka ketika Anda melakukannya saat setelah berbuka, justru ini menjadi bagian dari ibadah dan memberikan manfaat positif untuk kesehatan fisik serta dapat menciptakan mood yang baik. “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka…” (QS: Al-Baqarah: 187).

Ketiga, kuatkan kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa. “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS: Az-Zumar: 10). 

Dan kuatkan pula doa dan permohonan pertolongan Allah agar diberikan kekuatan untuk menjaga diri dan menjalankan puasa dengan baik.  Sabda Rasulullah ﷺ, yang artinya;  ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. Al-Bazaar).

Kita usahakan selama ibadah puasa menghindari segala hal yang membatalkan. Salah satu perkara yang bisa membatalkan adalah ejakulasi (inzal) akibat persentuhan kulit, dan bersenggama walaupun tanpa ejakulasi.

Semoga kita diberi kemudakan menjalankan puasa Ramadhan dan lolos meraih ampunan Allah SWT. Aamiin.*