Mendidik Siap Berjuang dan Berkorban

Seorang mukmin wajib mencintai Allah lebih dari yang lain, karena seseorang tidak akan merasakan manisnya iman 

Kerja keras dan pengorbanan merupakan keniscayaan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. 

Orang yang enggan belajar berarti ia tidak mau berusaha meluangkan waktu dan mengorbankan tenaga, pikiran dan hartanya. 

Dengan demikian ilmunya tidak akan bertambah, pengetahuannya stagnan, bahkan cenderung mengalami penurunan kecerdasan otak.

Islam mendorong setiap muslim agar memiliki etos kerja dan jiwa pengorbanan sebagai bekal untuk memperjuangkan tegaknya peradaban Islam di muka bumi ini. 

Allah Ta’ala  berfirman:

﴿وَجَٰهِدُواْ فِي ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ﴾

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. (QS. Al Hajj: 78) 

Memotivasi bekerja keras dan berkorban merupakan salah satu metode Nabi ﷺ dalam mendidik. 

Bukan sebatas perintah dan anjuran, beliau juga memberi keteladanan yang sempurna dalam jihad, kerja keras, pengorbanan dan keberanian. 

Ketika terjadi Perang Hunain, kaum muslimin dihujani anak panah oleh Bani Hawazin. Saat itu Rasulullah ﷺ pun melaju dengan tunggangannya ke arah musuh. 

Melihat kejadian itu, Al Abbas r.a. menarik tali dari tunggangan Rasulullah ﷺ sebagai wujud kecintaannya agar beliau tidak diserang musuh. 

Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh aku lebih mencintai terbunuh di jalan Allah, kemudian aku hidup dan aku terbunuh, kemudian aku hidup dan aku terbunuh.” (Shahih al Bukhari, Kitab Tamanniy as Syahadah, no. 2797, 4/17. Shahih Muslim, Kitab al Imarah, no. 1876, 3/1495).

Inilah beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat berjuang dan berkorban di jalan Allah; 

Kecintaan kepada Allah 

Dalam syairnya Imam Syafi’i berkata: “Jikalau cintamu benar, pastilah kamu akan mentaatinya. Sesungguhnya orang yang mencintai akan taat kepada orang yang dicintainya.” (Imam As Syafi’i, Diwan al Imam As Syafi’i, hal. 67).

Seorang mukmin wajib mencintai Allah lebih dari yang lain, karena seseorang tidak akan merasakan manisnya iman, kecuali dengan mencintai-Nya. 

Mengharapkan pahala dari Allah

Janji pahala sebagai balasan bagi orang yang gugur dalam perjuangan di jalan Allah banyak disebutkan dalam al-Quran, antara lain:  “Dan sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada”. (QS. Ali Imran: 140).

Di ayat lain Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran: 169).

Manamkan rasa takut kepada Allah  

Rasa takut kepada Allah dapat memotivasi seseorang untuk berjuang dan berkorban dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan dosa, kemaksiatan. 

Menghadirkan rasa takut kepada Allah Ta’ala dapat dilakukan dengan cara mentadabburi ayat-ayat al-Quran, khususnya berkaitan azab kaum-kaum terdahulu, dan siksaan bagi orang-orang kafir, fasik dan munafik.

Motivasi Bekerja Mencari Nafkah 

Rasulullah ﷺ pernah ditanya: “Wahai Rasulullah, pekerjaan  apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (Musnad Ahmad, no. 17265, 28/502).

Hadits ini menunjukkan keutamaan bekerja keras dan mencari nafkah dari hasil keringat sendiri, mencakup semua jenis pekerjaan yang halal dan baik.  
Sebagai murabbi teladan Rasulullah ﷺ senantiasa mendidik dan memotivasi para sahabatnya agar memiliki semangat berjuang, bekerja keras dan berkorban.*