Konya, Menggemakan Jiwa Masa Lalu Kota Tua Istanbul 

Konya menawarkan pengalaman yang tak tertandingi bagi mereka yang ingin menyelami kedalaman sejarah,  filsafat, agama dan peradaban Islam 

Terletak di selatan Ankara, Anatolia Tengah, Konya  dikenal sebagai rumah Maulana Jalaluddin Rumi, bapak sufisme. 

Konya merupakan kota dengan signifikansi historis yang besar. Kota tertua di Turki ini memiliki populasi lebih dari dua juta jiwa, identik sebagai pusat pemerintahan Seljuk (Dinasti Seljuk) antara tahun 1071 dan 1308.

Digambarkan sebagai “permata bersejarah”, Konya “mengundang para tamu untuk melangkah ke masa lalu” baik dengan “menjelajahi reruntuhan Seljuk, menikmati jalan-jalan indah di sepanjang kota berbatu, atau menjelajahi toko-toko yang indah.

Atraksi utama bagi wisatawan ke kota ini adalah Museum Mevlana atau Mevlana Muzesi yang terletak di pusat Konya.

Selain bisa melihat langsung kehidupan Rummi, menjelajahi kompleks museum juga bisa melihat tempat tinggal para murid Rumi belajar agama dan tempat mereka tinggal.

Museum ini juga menyimpan koleksi Al-Quran termasuk yang terkecil di dunia dari era Kekhalifahan Utsmani (Ottoman).

Hal yang menarik dari Museum Mevlana adalah kubah hijau yang berkilauan di bawah sinar matahari dan lokasinya yang berada di sebelah masjid terkenal Masjid Selimiye.

Peradaban Manusia

Sejarah Konya bermula dari zaman prasejarah, dengan pemukiman kuno yang paling terkenal adalah Çatalhöyük, salah satu kota tertua di dunia yang diketahui. Berasal dari sekitar 7500 SM. 

Situs Neolitikum ini memberikan wawasan penting tentang peradaban manusia awal, memamerkan masyarakat dengan perencanaan kota yang terorganisasi, mural yang rumit, dan salah satu tempat suci keagamaan pertama yang diketahui. 

Konya adalah contoh penting dari dunia ini. Benteng luar Konya dan Masjid Alaaddin, Madrasah Sirçali, Ince Minaret Madrasa (madrasah dengan menara ramping), banyak masjid kecil dan makam adalah contoh elemen arsitektur kuno Seljuk.

Sebelum menjadi pusat utama pemerintahan era Seljuk, selama berabad-abad, Konya telah dihuni bangsa Het, Frigia, Yunani, Romawi, dan Bizantium. 

Kota ini mencapai puncaknya sebagai ibu kota Kesultanan Seljuk Rum antara abad ke-11 dan ke-13, berubah menjadi kota seni, sains, dan arsitektur. 

Sekarang, warisan Seljuk ini masih dapat dilihat di masjid-masjid besar, madrasah, dan monumen yang menghiasi cakrawala kota.

Di antara destinasi menarik di Konya adalah Museum Karatay, yang dibangun untuk mengajarkan hadis dan tafsir pada masa Kerajaan Seljuk. 

Kota Tua Sille

Desa Sille terletak 10 km dari pusat kota Konya, dulunya, identik sebagai pusat beberapa peradaban dalam sejarah kuno Turki.

Saat ini, Sille telah muncul sebagai destinasi wisata utama bagi para pelancong dari seluruh dunia.

Bagi yang belum tahu, Sille merupakan pusat keberadaan agama Kristen sejak 5.000 tahun lalu, yang bisa berdampingan secara harmonis. 

Salah satu daya tarik di desa tersebut adalah lanskap kuno yang masih terpelihara hingga saat ini.

Dengan jumlah penduduk 1.191 jiwa, Sille yang menawan juga terkenal dengan beberapa daya tarik, termasuk Masjid Karatay, Gereja Hagia Selena, Jembatan Setan, Museum Waktu, dan hamam (pemandian Turki), dan masih banyak lagi.

Di musim dingin, Sille sangat mengesankan. Dengan pegunungan yang tertutup salju yang membentuk pemandangan desa yang indah dan tenang.

Berjalan-jalan di jalanan berbatu, pengunjung dapat menemukan lapisan sejarah, dari benteng kuno hingga bangunan berbingkai kayu yang elegan dari era kuno.*