Berbagi Tak Sekadar Memberi, Tapi Menebar Bahagia yang Lebih Luas

Ada kebahagiaan yang tak bisa diukur dengan angka, yaitu kebahagiaan melihat orang lain tersenyum karena uluran tangan kita.

Hal itulah yang baru saja menjadi pengalaman BMH. Kebahagiaan itu nyata, yakni ketika 152 santri Pesantren Al-Bayan, Makassar, duduk rapi, menunggu buka puasa, dengan wajah penuh antusias.

BMH Sulawesi Selatan hadir membawa lebih dari sekadar makanan, tetapi juga pengalaman dan makna yang mendalam, plus pendidikan langsung kepada para santri (20/2)

Hari itu bukan sekadar pembagian paket buka puasa sunnah, Kamis. Ada sesuatu yang berbeda—sesi live cooking.

Para santri bisa menyaksikan langsung bagaimana makanan mereka diolah dengan penuh perhatian dan cinta. Bukan hanya menikmati hidangan, tetapi juga memahami prosesnya, bagaimana bahan sederhana bisa menjadi santapan penuh gizi.

Bahagia UMKM Juga

Namun, kebahagiaan ini tak hanya milik santri. UMKM lokal pun turut merasakan dampaknya. Rizky, owner RH Food Tamalanrea, merasakan bagaimana satu program sederhana bisa menghidupkan harapan bagi para pelaku usaha kecil.

“Kami sangat berterima kasih kepada BMH yang telah melibatkan kami. Biasanya kami hanya berjualan online, kini kami bisa berbagi langsung dengan santri. Ini pengalaman baru yang luar biasa,” ungkapnya penuh syukur.

Begitulah cara zakat, infak, dan sedekah bekerja. Ia tak hanya berhenti pada angka yang tersalurkan, tetapi meluas dalam bentuk keberkahan dan manfaat yang berantai.

Dari satu tangan ke tangan lain, dari satu piring ke banyak hati yang merasakan nikmatnya berbagi.

Kadiv Program LAZNAS BMH Sulsel, Basori, menegaskan bahwa berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian.

“Buka puasa kali ini bukan hanya sekadar memberi makanan, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi santri dan UMKM mitra,” jelasnya.

Program ini bukan akhir, tetapi awal dari lebih banyak kebahagiaan yang bisa ditebarkan. BMH berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pesantren dan UMKM, agar semakin banyak orang merasakan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya angka, tetapi energi kebaikan yang terus menyala.

Karena berbagi sejatinya bukan tentang seberapa banyak yang kita keluarkan, tetapi seberapa luas kebahagiaan yang kita tebarkan.

Zakat, infak dan sedekah memang bagian dari ajaran Islam. Namun siapa mengamalkan ia akan merasakan betapa bahagianya taat kepada Allah, dan bermanfaat bagi sesama.

Oleh karena itu mari menjadi insan produktif, penuh dedikasi dalam mencari nafkah, menghimpun kekayaan, kemudian kita serahkan sebagian untuk sesama. Agar bisa bahagia, berdaya dan memberdayakan.

“Hai orang-orang yang beriman, berinfaklah [di jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” (Al-Baqarah [2]: 267).*

Ingin berzakat? Klik di sini https://berbagikebaikan.or.id/campaign/zakat-maal