Akhiri Tahun yang Husnul Khatimah

“Audit” lah diri kalian sebelum kalian ‘diaudit’ oleh Allah Subhanahu Wata’ala

Oleh: Khairul Hibri 

Saat ini, kita tengah memasuki penghujung bulan dari tahun 2024. Sebagai orang beriman, tentu mengakhiri sesuatu dengan baik (husnul khatimah).

Inilah tuntunan agama. Berjuang untuk memastikan akhir dari perjalanan dengan baik. 

“Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari)

Lalu, bagaimana langkah mengakhiri tahun ini dengan husnul khatimah? Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak merugi di akhir tahun. 

Pertama; ucapan rasa syukur 

Syukur atas segala hal yang masih dikaruniakan kepada kita hingga detik ini. Mulai dari kesempatan hidup, kesehatan, wabil khusus, atas jalan nikmat iman yang masih kita tapaki. 

Hal itu patut kita haturkan, sebab tidak sedikit orang sebelum masuk penghujung tahun ini, Allah cukupkan karunianya. 

Kedua, evaluasi diri 

Idealnya, langkah ini bisa dilakukan setiap penghujung hari, minggu, bulan. Poinnya, lebih sering akan berguna bagi kebaikan diri. 

Bisa dikata, muhasabah akhir tahun ini sebagai akumulasi dari muhasabah sepanjang tahun 2024. Tapi, walaupun ternyata memang belum dilakukan, maka laksanakanlah. 

Coba dicek, bagaimana perjalanan hidup, baik itu berkaitan dengan urusan duniawi ataupun ukhrawi. Sudahkah keduanya menapaki jalan yang akan membawa keberuntungan? Atau sebaliknya, menjauh? 

‘Data’ perjalanan itu akan bisa diperoleh dengan jelas, manakala memang sebelumnya sudah ada terdapat target-target yang ingin dicapai. 

Tapi ternyata belum terkonsep, pada titik itulah, kiranya kita harus membenahi perjalanan karir dan spiritualitas kita, agar ada progres kedepannya, khususnya dalam menghadapi tahun 2025, agar lebih cemerlang. 

Terkait dengan evaluasi ini, Umar bin Khattab pernah mengingatkan dengan petuah beliau: “Hasibuu anfusakum qobla an tuhaasabuu (‘audit’ diri kalian sebelum kalian ‘diaudit’ oleh Allah).” 

Evaluasi akan memiliki arti manakala ada tindak lanjut dari temuan. Perkara yang positif dipertahankan, bahkan sebisa mungkin ditingkatkan. 

Adapun yang buruk, berusaha disetop, kemudian menggantinya dengan aktivitas yang baik. Inilah langkah cerdas mengakhiri akhir tahun ini, karena hakekat kebaikan itu akan menghapuskan kekeliruan. 

Allah berfirman yang artinya; “…….Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah (Allah).” (QS: Hud: 114).

Inilah langkah selanjutnya; yaitu menguatkan diri untuk melakukan kebaikan. Tekad itu harus membaja, karena banyak ujian baik itu internal maupun eksternal dalam menggerogoti itikad baik seseorang. 

Terakhir,  mengakhiri tahun dengan baik.

Diantara bentuknya mengoptimalkan senjata kita, berupa doa. Sebagai orang beriman harus kita yakini, bahwa doa adalah senjata utama orang beriman, yang akan melindungi diri dari berbagai persoalan hidup.  

Banyak sekali dalil, yang menuntun kita untuk senantiasa berdoa, memohon kepada Allah. Allah sendiri berjanji, akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya. 

Lebih-lebih pada waktu-waktu mustajabah, wabil khusus, pada sepertiga malam; waktu sholat tahajud

Melihat pentingnya doa bagi orang beriman, hingga Umar bin Khattab pun pernah berujar; “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak. Tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk berdoa.” 

Demikianlah ulasan tentang beberapa adab atau amalan yang bisa kita lakukan menghadapi akhir tahun ini. Semoga, kita bisa melalui dengan baik, dan menghadapi tahun 2025 dengan lebih baik lagi. Aamiin.*