Gaza dan Gelombang Mualaf Dunia

Menurut Globe Eye News, jumlah orang masuk Islam di Eropa telah meningkat hingga 400% sejak dimulainya serangan ‘Israel’ di Jalur Gaza

Jagad seni bela diri guncang. Legenda Jiu-Jitsu Brasil dan pelopor Mixed Martial Arts (Seni Bela Diri Campuran/MMA) Royce Gracie, tiba-tiba masuk Islam.

Royce Gracie adalah adik dari Rorion Gracie, salah satu pendiri Ultimate Fighting Championship (UFC). Tidak lama setelah Royce masuk Islam, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Amerika Serikat, Shaun King, secara mengejutkan mengabarkan jadi mualaf. 

Ia bersama istrinya, Rai King mengucapkan syahadat di Masjid Valley Ranch Islamic Center Dallas, Texas. Shaun King mengaku tertarik Islam akibat melihat ketabahan warga Gaza Palestina yang dizalimi ‘Israel’. 

Tidak beberapa lama, hidayah Islam juga menghampiri petarung MMA, Jeff Monson. Pria plontos bertubuh kekar tersebut juga mengumumkan menjadi mualaf pada 21 Juni 2024.

Gaza membuat dunia berubah

Serangan dan genosida ‘Israel’ terhadap Gaza selama setahun lebih, merenggut lebih dari 40 ribu nyawa warga, dan memicu gelombang iman warga dunia. 

Banyak orang-orang Barat dan Eropa menyatakan masuk Islam melihat ketabahan warga Gaza. Salah satu contoh fenomena ini adalah Hunter Graves (21), seorang mahasiswa tingkat akhir di Nashville. 

“Anda melihat wanita (Gaza, red) berlarian keluar dari reruntuhan bangunan sambil menggendong anak mereka yang sudah tak bernyawa, dan hal pertama yang mereka lakukan adalah bersyukur kepada Allah,” katanya.

Tak lama setelah itu, tanggal 27 Oktober 2023, Graves mengunggah video memperlihatkan dirinya sudah mengucapkan syahadat dan resmi masuk Islam. 

Menurut Islamic Society of Britain, sebuah organisasi Muslim terkemuka, jumlah mualaf di Inggris meningkat hingga 50% sejak perang di Gaza. 

Tren mualaf baru dilaporkan di terjadi di seluruh dunia. Termasuk di AS, Kanada, Australia, Prancis, Jerman, dan Spanyol. 

Di Spanyol, serangan ‘Israel’ terhadap Gaza ikut memicu minat banyak orang terhadap Islam.  Umar del Pozo, Ketua Asosiasi Komunitas Islam di Spanyol mengatakan pada Anadolu,  masalah Palestina menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat.

Akibatnya, setiap Jumat, masjid di wilayah Andalusia melihat satu sampai dua bersyahadat, kata Pozo. 

Menurut Globe Eye News, jumlah orang masuk Islam di Eropa meningkat hingga 400% sejak dimulainya serangan dan genosida ‘Israel’ di Jalur Gaza.

Peneliti Pierre Rostan dan Alexandra Rostan, dalam studi mereka tahun 2019 menyebut, antara 100-150 tahun lagi, Muslim Eropa akan menjadi mayoritas. 

Umat Islam akan jadi mayoritas di Swedia, Prancis, Belgia, Bulgaria, Yunani, Italia, Luksemburg dan Inggris. 

Hans-Georg Maaßen, mantan kepala Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Konstitusi, di Austria Express menyatakan tahun 2200, mayoritas penduduk Eropa akan beragama Islam, memperingatkan invasi budaya yang akan “menghancurkan budaya Eropa”.

Prediksi ini diperkuat studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, dimana pada tahun 2050, proporsi umat Islam diperkirakan mencapai 20% di Jerman, 18% di Prancis, dan 17% di Inggris.*

Jendela 2

Muslim Tionghoa Makin Berlimpah

Maraknya dakwah di media sosial, khususnya YouTube menjadikan semakin banyak Chindo memeluk Islam

Tahun 2023 lalu, viral mantan pianis gereja keturunan Tionghoa bernama Jesslyn Thea Lestari (25) masuk Islam. Ia memilih Islam setelah ragu agama yang dianutnya sejak kecil. 

“Makin lama sama makin ragu dengan agama saya sendiri, karena banyak kontradiksi, “ ujar Jesslyn saat wawancara dengan Arie Untung.

Perubahan iman terjadi setelah ia sering melihat debat di YouTube antara orang Islam dan Kristen. Ia akhirnya mengakhiri 3 tahun masa Atheis-nya dan bersyahadat di Mualaf Center Aya Sofya.

Siapa tidak kenal Dondy Tan Susanto? Pria yang dipanggil Dondy Tan ini masuk Islam pada 2014 silam, setelah 7 tahun mempelajari Islam. 

Ia meninggalkan keyakinan Protestan-nya goyah mendengar sesi debat Kristolog dunia Syeikh Ahmed Deedat dan Dr Zakir Naik. 

Kala itu Dondy Tan merasa kitab sucinya kurang logis. Di saat yang sama, ia kagum isi kandungan Al-Quran yang menjelaskan rahasia ilmu pengetahuan lebih dari 1400 tahun lalu.

“Hampir di semua ilmu pengetahuan dengan Al-Quran sejalan,”tegasnya, hingga  pada 25 Juli 2014, secara mantap bersyahadat.

Seorang WNI keturunan Tionghoa bernama Wendy Lofu (31), tak menyangka bisa menjadi mualaf.  Padahal, sejak kanak-kanak ia pembenci Islam. 

Kebenciannya memuncak tatkala serangan Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York, AS  pada 11 September 2001. 

Saat itu ia bersemangat “mencari celah Al-Quran” sebagai bahan menyerang orang Islam di akun-akun media sosial. Sayang, tak satupun celah “kekurangan” Al-Quran. 

Salah satu narasi yang didapat adalah sejarah Nabi Muhammad menikah lebih dari 1 wanita. Baginya, ini sebuah penindasan terhadap perempuan. 

Setelah banyak bahan dikumpulkan, ia menemukan fakta, bahwa keputusan Nabi menikahi lebih dari satu istri justru untuk memuliakan wanita. 

Sebab, pada zaman jahiliyah, para laki-laki bisa menikahi puluhan wanita. Melalui Nabi ﷺ, Allah sengaja membatasi lelaki Muslim hanya memiliki istri maksimal empat orang, itu pun harus “adil”. 

“Saya mengakui Nabi Muhammad pembawa risalah, dan Al-Quran sungguh luar biasa,” kata dia. 

Sejak itulah iman Wendy goyah dan akhirnya Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat.  Kini, dari seorang pembenci Islam, ia berbalik menjadi salah satu aktivis pembela Islam. 

Mualaf China menggurita 

Berdasarkan data Kemendagri, hingga tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 277,75 juta. Sebanyak 229,62 juta jiwa (87,2%) adalah Muslim.  

Sementara etnis Tionghoa di Indonesia masuk dalam daftar 20 terbesar penduduk Indonesia. (Berdasarkan data Sensus penduduk 2010).

Hadirnya media sosial, khususnya YouTube, semakin membawa maraknya dakwah Islam. Ini menjadikan banyak Chindo, sebutan popular Muslim keturunan Tionghoa, memeluk Islam.

Mengutip data Mualaf Center Indonesia (MCI), dari 2003-2019 rata-rata ada sebanyak 3.625 mualaf setiap tahunnya, termasuk Chindo. Boleh jadi saat ini angkanya jauh lebih besar.*  

Jendela Utama 3

Bahu-membahu Sambut Saudara Baru

Bukan hal aneh, sebuah acara yang dihelat keluarga Muslim, yang berdoa justru pemuka agama lain 

Basori Sobirin (41) terlihat letih saat sampai di pedalaman Kecamatan Seko. Denyut nadi fasilitas umum di segitiga perbatasan antara provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah itu nampak bergerak lambat. 

Untuk sampai di Kecamatan Seko, diperlukan waktu 10 jam berkendara roda dua. Hal ini karena transportasi belum memadai dan kondisi jalanan yang ngeri-ngeri sedap.  

Suatu ketika, Tim Safari Dakwah BMH ke mualaf binaan di Seko. Tujuannya;  Desa Singkalong, Desa Taloto,  Kampung Baru, Desa Padang Baluna, Parahaleang di Desa Hono, Longa di Desa Embo Natana. 

Di lapangan,  Syamsuddin, salah satu Tim BMH, mengunjungi masjid,  TPQ,  dan bersilaturahmi ke rumah-rumah keluarga mualaf.  

Ia mendapati banyak para mualaf kurang memahami tata cara dan bacaan shalat. Sebagian belum bisa mengeja huruf Al-Qur’an dan tidak adanya dai pendamping. 

Saat itu, ia sempat menemui seorang keluarga mualaf di Desa Taloto, dan meminta izin meminjam mushaf Al-Quran.  

Namun pria yang juga Direktur Prodaya BMH Pusat ini langsung kaget.  “Kala itu pemilik rumah justru mengambil buku tipis berdebu berjudul “Tuntunan Shalat” ke kami,” katanya.

Ia mendapati banyak rumah keluarga mualaf tidak memiliki satupun mushaf Al-Quran, termasuk di masjid.

“Kalaupun ada, hanya mushaf-mushaf tua, sebagian halamannya sudah sobek,” ujarnya.  

Rupanya, warga tidak hanya terisolir dari akses jalan saja, bahkan masih banyak saudara seiman minim pemahaman akidah, sampai-sampai ada satu rumah dihuni anggota keluarga berbeda agama.

“Kerap dalam acara yang dihelat keluarga Muslim, justru yang berdoa pemuka agama lain. Agak aneh, tapi nyata ada di sini,” ujar Bapak Buhori (60), seorang warga setempat.

Sholat Jumat libur

Bulan Oktober 2024 lalu, Tim Safari BMH kembali bersilaturahim ke warga Kecamatan Seko. Semenjak dari Kota Makassar, Tim mendapat titipan dari Ustadz Bahtiar, seorang dai BMH untuk mualaf Kecamatan Seko.

Kala itu ia meminta Tim membawa buku Iqro’, buku Khutbah Jumat dan buku bacaan sholat.  

Benar saja, saat Tim sampai di lokasi, tepatnya dusun Singkalong Desa Taloto, warga menyampaikan kondisi cuaca buruk atau akses jalan terputus menyebabkan khotib Jumat tidak bisa hadir. 

Melihat hal ini, warga mualaf terpaksa membatalkan shalat dua rakaat di Masjid Al Muhajirin itu dengan sholat Zuhur.  

“Makanya, kita ingin bimbing warga setempat, biar ada yang bisa atau naik mimbar untuk khutbah Jumat,” ujarnya Ustad Bahtiar, yang juga alumni STIS Hidayatullah Balikpapan. 

Dalam sebulan, Bahtiar bisa datang ke dusun itu 3-4 kali. Tugasnya, selain pembinaan keislaman pada mualaf,  ia memberi bekal pengajian warga, mengajarkan Al-Quran untuk anak-anak dan remaja. 

Sampai hari ini, Ustadz Bahtiar telah mengabdikan diri untuk dakwah sudah berjalan 3 tahun.  

Kecamatan Seko bukanlah satu-satunya desa binaan BMH. Masih banyak wilayah terpencil lain, yang masih belum dapat terjangkau.

Atas dukungan banyak pihak, BMH telah menyapa para mualaf di Suku Togutil (Halmahera Utara), Suku Tengger (Jawa Timur), Suku Marind, di kampung Kumbe, Distrik Malind (Papua Selatan), mualaf Suku Laut di Selat Kongki (Kepulauan Riau) juga mualaf Suku Baduy (Lebak, Banten). 

Keterlibatan Anda, merupakan berkah bagi kami untuk ikut bersama bersatu-padu, membantu saudara bau.*