Hand 4 Garut


Tentang Program Siaga Bencana Nusantara

 

Hand 4 Garut Hari ini Terjun Ke Lokasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei telah melaporkan bahwa musibah banjir bandang di Garut telah menelan korban sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 18 orang belum ditemukan.

Saat ini setidaknya ada 433 jiwa harus mengungsi yang sementara ini telah ditempatkan di Makorem 062.

Banjir bandang di Garut yang terjadi pada Rabu (21/9/2016) dinilai menjadi banjir terbesar dalam sejarah banjir di Garut. Wajar jika para netizen juga memberi perhatian besar terhadap musibah ini.

Sejauh ini, Laznas BMH telah mengirimkan dua amil untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Dan, hari ini tim dari Perwakilan BMH Jawa Barat sedang meluncur menuju lokasi.

"Alhamdulillah. Tim Ekspedisi BMH Jabar sedang on the way ke Garut. Langsung menuju lokasi posko di Jl.Patriot  No. 46 Kecamatan Tarogong Kidul dekat kantor Bupati Garut," ungkap Zainal Koordinator Lapangan BMH untuk Hand for Garut dalam perjalanan (22/9).

"Langkah awal kita bawa pakaian layak pakai,logistik di antaranya makanan, air mineral dan enam personil BMH yang akan diterjunkan membantu korban bencana," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Humas BMH Pusat Imam Nawawi mengatakan bahwa musibah ini adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan di antara kita. 

"Ini adalah saat dimana tali persaudaraan mesti kita kuatkan kembali. Dan, insya Allah BMH akan terus berupaya untuk mengirimkan bantuan. Jadi apa yang hari ini diterjunkan merupakan tahap awal dan akan diikuti dengan berbagai program susulan yang dibutuhkan sesuai data yang diperoleh tim lapangan nanti," paparnya.

Bagi Anda yang ingin meneguhkan tali persaudaraan dengan saudara kita yang diuji musibah banjir, bisa langsung sinergi berama BMH melalui Hand 4 Garut dengan mengirimkan donasi ke Muamalat 448.000.1234.*/Herim


Indonesia merupakan negeri kepulauan dengan potensi bencana alam yang hampir lengkap. Kondisi inisecara faktual didukung dengan kenyataan bahwa beragam bencana alam sudah terjadi di Indonesia.

Mulai dari tsunami, gempa bumi, letusan gunung merapi, banjir, maupun longsor. Walaupun untuk beberapa bencana terjadi karena ulah tangan manusia yang tidak memperhatikan tata kelola yang baik dalam upaya pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

Berbagai bencana yang melanda belakangan ini dapat dikategorikan menjadi 2; bencana alam dan bencana ekologis. Apapun jenis bencananya yang terjadi di Indonesia telah membawa dampak selain merusak bangunan fisik juga tidak sedikit yang mengantarkan manusia menjemput ajalnya. Bencana erupsi Gunung Sinabung, banjir bandang Manado, banjir di Jateng, banjir Jabodetabek serta erupsi Kelud yang terjadi di tahun 2014 ini adalah daerah yang terkena bencana dan BMH turut hadir di tengah masyarakat dalam menjembatani kebutuhan korban terdampak.

Rangkaian aktifitas program kali ini dirancang tidak saja pada saat kejadian bencana namun lebih pada tindakan preventif untuk meminimalisir dampak bencana baik berupa kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. Olehnya, dalam kesempatan ini BMH mengangkat program Solidaritas Siaga Bencana. Merupakan aktifitas program untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat berupa edukasi tentang penanganan bencana bagi relawan khususnya dari kalangan mahasiswa dan takmir masjid yang seringkali dihandalkan dalam memberikan pertolongan pertama pada saat bencana. Dana donasi program Solidaritas Siaga Bencana ini juga akan dialokasikan pada saat dan paska bencana. Olehnya, tidak harus menunggu terjadi bencana untuk peduli kepada sesama sehingga kita dapat memaksimalkan peran pada saat dan paska bencana terjadi.

A. Nama Program
Solidaritas Siaga Bencana

 

B. Tujuan Program

1. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan bencana.
2. Meminimalisir jumlah korban dampak bencana.
3. Mengembalikan mental korban paska bencana.
4. Mengembalikan kehidupan para korban bencana dari segi mental-spiritual, pendidikan, aktivitas ekonomi maupun interaksi sosial lainnya.

 

C. Bentuk Program
- Pelatihan Kerelawanan Siaga Bencana (Preventif)
- Aksi Tanggap Darurat (dalam kondisi bencana)
1. Evakuasi korban
2. Trauma healing
3. Simulasi, games, training
4. Pemeriksaan kesehatan gratis keliling
5. Sekolah darurat bagi anak pengungsi (TPA dan PAUD)
6. Pemberian logistik berupa sembako dan bantuan gizi untuk pengungsi
7. Pengadaan sarana-prasarana ibadah seperti Alqur’an dan perlengkapan ibadah lainnya
8. Pengadaan sarana-prasarana pendidikan seperti pakaian sekolah, tas, alat tulis dan lain-lain

- Recovery Program
1. Renovasi tempat ibadah dan sekolah
2. Pengembangan program pendidikan
3. Pemulihan ekonomi masyarakat korban bencana

Time Line Siaga Bencana Nusantara