Bagi yang memaknai setiap aktivitasnya, setip detak jarum jam pastilah akan punya nilai. Sebaliknya, putaran hari yang membuka banyak peluang akan terbuang sia-sia.
Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) pernah berpesan. “Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi. Namun siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka sungguh dia termasuk orang – orang yang beruntung.” Penulis sangat yakin, Anda sering mendengar pesan ini. Sederhana, tapi mempunyai daya dorong yang dahsyat. Pesan ini memotivasi kita untuk berupaya sekuat tenaga menggerakkan semua organ tubuh untuk melakukan amal terbaik di setiap waktu.
Dalam sebuah pesan bijak pernah ada sebait kalimat apik kaya makna, “Hari terbaik Anda adalah hari ini.” Artinya setiap hari sesungguhnya adalah momentum baru.
Dalam hitungan masehi kita tengah berhadapan dengan tahun baru 2010, segudang asa musti terus digelorakan agar bara juang terus berkobar. Pasalnya, dalam bentangan hari sepanjang tahun ke depan akan banyak hal baru dan peristiwa baru, sisi positif nan menantang plus sisi negatif yang menjebak, semua itu adalah momentum baru untuk kita bersikap dan bertindak. Hinaan atau pujian yang nanti akan kita terima, semua bergantung pada pola pandang dan sikap kita.
Lantas bagaimana dengan lembaga kita dalam menyongsong momentum baru?
Pertanyaan ini penting dijawab, karena dalam pandangan siklus dari sebuah usaha, apapun bentuk dan modelnya, profit, maupun non profit, sepantasnya untuk bersikap dan bertindak dalam menghadapi momentum baru. Bentuk konkrit yang musti di gulirkan adalah formulasi “strategi baru” nan jitu dalam menyasar momentum yang membentang penuh harap dan asa, dan strategi itu telah kita ramu di akhir tahun 2009 dengan titik tekan pada dua hal strategis yaitu, maksimalisasi jaringan dan penguatan kualitas SDM.
Semoga satu tahun ke depan kita menjadi orang-orang yang beruntung. Wallahu’alam
































