Zakat adalah salah satu rukun Islam yang memilki dimensi mahdhah dan sosial. Selain kewajiban kepada Allah, zakat juga merupakan kewajiban yang ditunaikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik). Maka kewajiban zakat adalah pemantapan hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama manusia secara simultan.
Setiap ajaran yang disyariatkan selalu mengandung hikmah, kendatipun manusia kadang-kadang belum mampu menjangkaunya. Di antara hikmah zakat adalah sebagai berikut:
1. Membersihkan jiwa dari noda dan dosa. Zakat juga membersihkan harta dari unsur-unsur syubhat yang menodainya. Ibadah zakat merupakan pendidikan rohani yang efektif untuk melahirkan pribadi yang memiliki kekuatan spiritual yang tinggi. Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. 9:103)
2. Manifestasi rasa syukur atas nikmat Allah S.W.T. karena harta kekayaan yang diperoleh seseorang adalah atas karunia-Nya. Dengan berzakat dan berinfaq, harta kekayaan itu akan bertambah berlipat ganda. Secara lahiriah harta orang yang berzakat dan berinfaq nampak berkurang, namum pada hakikatnya justru bertambah dan berlipat ganda. Hal tersebut dapat dirasakan secara langsung di dunia ini, apalagi di akhirat kelak. Allah S.W.T. berfirman:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:261)
3. Melaksanakan pertanggung jawaban sosial, karena harta kekayaan yang diperoleh orang kaya, tidak terlepas dari andil & bantuan orang lain. Saat ini umat Islam sedang menghadapi persoalan besar, yakni kemiskinan. Maka zakat dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan zakat, golongan ekonomi lemah dan tidak mampu akan terbantu.
4. Mendidik dan membiasakan orang menjadi pemurah yang terpuji dan jauh dari sifat bakhil. Zakat menumbuhkan kesadaran bahwa bahwa harta adalah amanah dan titipan Allah yang sebahagiannya harus disalurkan kepada golongan yang berhak menerimanya. Orang yang sadar zakat akan menyikapi harta dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak melalaikan dari ketaatan kepada Allah S.W.T.
“Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
Mengantisipasi dan ikut mengurangi kerawanan dan penyakit sosial seperti: pencurian, perampokan dan berbagai tindakan kriminal yang ditimbulkan akibat kemiskinan & kesenjangan sosial. Kesenjangan hubungan antara orang kaya dan orang miskin harus diatasi, jika tidak, dikhawatirkan menimbulkan sifat dengki dan iri hati yang memicu terjadinya tindakan kejahatan dan kriminal. Maka dengan menunaikan zakat, silaturrahim dan persaudaraan akan terjalin dengan baik.
Dengan demikian maka sangat jelas bahwa zakat benar-benar dapat menyampurnakan pribadi seorang muslim. Ia akan memiliki keyakinan yang kuat, akhlak yang mulia dan terpuji serta pengabdian diri yang maksimal sehingga melahirkan kepribadian yang sempurna.
Wallahu a’lam
































