logo


BALIKPAPAN. Untuk kesekian kalinya, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Balikpapan melakukan aksi kemanusiaan bagi warga Balikpapan. Setelah pada Minggu 28 April lalu, melaksanakan program Beasiswa Anak Indonesia, pemberian beasiswa dari 114 orangtua asuh kepada 236 anak asuh senilai Rp 305.400.000. Kamis (2/5) kemarin, lembaga amil zakat nasional ini membantu warga kurang mampu untuk berobat ke rumah sakit.

Adalah Amir Hamzah, anak kedua pasangan Andi Hari dan Nurhaidah, warga Jalan Gunung Polisi RT 50 No 39 Baru Ilir, yang mendapatkan dana dari BMH untuk biaya pengobatan dan mengantarkan Amir ke rumah sakit dengan ambulans.

Amir Hamzah, anak yang menderita penyakit aneh sejak 7 tahun lalu, sering dikatai aneh. Kedua kaki anak dari lima bersaudara ini terkelupas, bengkak dan mengeluarkan cairan mirip nanah. Begitupula kedua tangannya, melepuh, hitam dan membesar. “Saya pasrah kepada Allah SWT dengan kondisi ini, di setiap habis salat, saya selalu mendoakan untuk kesembuhan anak saya,” ujar Nurhaidah, saat disambangi media ini, kemarin.

Menurutnya, penyakit yang diderita Amir Hamzah berawal dari sebuah mimpi 7 tahun silam. Dalam mimpi itu, Amir yang tidur pulas di dalam kelambu bermimpi didatangi bayang hitam, bayangan hitam itu mirip perempuan dengan jubah hitam. “Saya waktu itu, antara tidur dan tidak. Tiba-tiba ada bayangan hitam dan langsung memeluk saya dan mencium pipi saya. Ketika pagi hari, tanpa saya sadari pipi kanan saya ada tanda hitam seperti di pukul,” kata Amir Hamzah, mengingat kembali mimpinya 7 tahun silam.

Menurut pengakuan Amir, luka di pipi kirinya itu dibiarkan begitu saja, tanpa curiga akan seperti sekarang ini. Tapi, lambat laun, dalam 2-3 tahun luka di pipi Amir menjalar ke bagian kaki kiri. “Awalnya bercak hitam, eh tahu-tahu tambah besar seperti sekarang ini,” ujar Amir.

Dengan penyakit yang diderita itu, Amir hingga sekarang hanya bisa berbaring di tempat tidur. Baru dalam seminggu ini, mau berdiri berkat adanya bantuan BMH. “Saya dapat info kalau penyakit anak saya akan dibantu pengobatannya di rumah sakit. Maka itulah, saya cepat melakukan terapi tradisional, biar seluruh tubuh anak saya dapat mudah digerakkan,” kata Nurhaidah.

Sebelum dapat informasi bantuan dari BMH ini, Amir tidak mau berobat. “Bantuan ini, yang pertama saya dapat. Karena sebelumnya selama 7 tahun, biaya pengobatan kami dan keluarga sendiri yang tanggung. Karena tidak kunjung sembuh, saya pasrah,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pendayagunaan BMH Balikpapan, Basori mengatakan, informasi mustahik yang menderita penyakit itu, didapat dari rekanan BMH. “Setelah mendapatkan data lengkap, tim melakukan penelusuran ke lapangan. Dan ternyata, kami tindaklanjuti kebutuhan warga yang kurang mampu itu,” katanya. Dengan bantuan tersebut, lanjut Basori, semoga dapat menggugah para donatur untuk peduli kepada warga kurang mampu, seperti yang dialami Amir Hamzah. “BMH memfasilitasi biaya pengobatan Amir Hamzah, mulai dari mengantarkan ke rumah sakit hingga konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Untuk pengobatan selanjutnya, kami masih membutuhkan uluran tangan donatur,” pungkasnya.

Bagi masyarakat yang terketuk hatinya untuk membantu Amir Hamzah bisa ke kantor cabang BMH Balikpapan di Jl MT Haryono Ruko Bukit Damai Indah (BDI) No 7 Blok II Balikpapan Selatan, telepon (0542) 878666-872644. Atau datang langsung ke Jl Gunung Polisi RT 50 No 39 Baru Ilir. (ara/dwa/k6)

BOGOR. “Terima kasih BMH telah memberikan kepada anak-anak kami perlengkapan sholat. Insya Allah dengan diberikannya perlengkapan sholat ini, anak-anak kami semakin rajin untuk beribadah kepada Allah,” kata Pak Barkam, orang tua wali dari Ningsih, salah seorang penerima perlengkapan sholat.

Dalam rangka program Bahagiakan Yatim dan Dhuafa, Senin, 15 April 2013 BMH Bogor memberikan bantuan ‘Paket Sholeh’ yaitu berisi perlengkapan sholat kepada puluhan anak yatim dan dhuafa binaan BMH Bogor bertempat di kantor BMH Bogor.

Bantuan secara simbolis diberikan langsung oleh Kacab BMH Bogor, Bapak Syukur Sudani Hulu, SE kepada Ningsih, salah seorang siswa yatim binaan BMH Bogor. Ningsih sendiri sekarang harus tinggal bersama saudaranya setelah dari kecil ayah dan ibunya sudah meninggal dunia.

“Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, Baitul Maal Hidayatullah sangat peduli terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Oleh karenanya, kami masih menunggu para dermawan yang mau ikut program ini, sehingga makin banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang tersantuni,” ucap Syukur. (bgr)

Rekening Infaq a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA 553.0111.999
BNI 8924.923
BSM 700.611.4908
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.371.003
MANDIRI 006.000.4955.658
MUAMALAT 305.00.237.15

BENGKULU. Nurhayani (52) sudah hampir putus asa mencari uang untuk melunasi biaya sekolah anak bungsunya. Betapa tidak, ibu rumah tangga ini harus membayar seluruh tunggakan biaya sekolah jika anaknya ingin lulus dan mendapatkan ijazah dari salah satu SMA di Kota Bengkulu tempat anaknya menuntut ilmu selama ini. Sementara suaminya Firmansyah Nurseha (62) yang hanya seorang pensiunan, pun hanya bisa pasrah melihat surat tagihan dengan nilai yang cukup besar bagi mereka.

Pada hari Jum’at (19/04) Nurhayani datang ke kantor BMH Cabang Bengkulu. Maksud hati ibu tiga anak ini ingin meminjam uang kepada BMH, karena dia sudah merasa kapok meminjam uang kepada rentenir. Selain dosa, bayarnya pun berat karena ditambahi bunganya.Tapi setelah BMH berdiskusi tentang persoalannya dan mensurvei kondisi keluarga dan rumahnya yang hampir roboh, BMH malah memberikan bantuan uang untuk melunasi biaya sekolah anaknya.

Betapa bahagianya Nurhayani. Ia tidak menyangka, ikhtiarnya yang berniat meminjam uang justru berujung diberi bantuan oleh BMH. “Ini adalah amanah dari para donatur BMH, semoga bermanfaat untuk keluarga ibu, mohon ibu terima,” kata Ahmad Komarudin, SE selaku Kadiv. Keuangan BMH Bengkulu. ** (Roni)

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635

TARAKAN. “Setelah kami mendapat bantuan dari BMH, titik-titik kemajuan usaha budi daya ikan air tawar ini semakin jelas terlihat. Dan benar sekali, luar biasa, hasil panen yang diperoleh jauh di luar dugaan,” begitu ungkapan Mufaqqih Fiddin, penanggungjawab usaha budidaya ikan Panti Asuhan Hidayatullah Tarakan, kepada tim program dan pendayagunaan BMH Tarakan sesaat setelah panen.

Awal Maret lalu, Panti Asuhan Hidayatullah Tarakan memang memanen ikan patin dan ikan lele yang dibudidayakan di 4 keramba berukuran 4 x 10 meter. Usaha ini didukung oleh BMH melalui program Pesantren Berdaya.

Tahun 2011, Mufaqqih Fiddin yang akrab dipanggil Cepi, diamanahi menjadi Ketua Kampus 2 Panti Asuhan Hidayatullah Tarakan yang berlokasi di Desa Mamburungan Timur, setelah sebelumnya berhasil menunaikan amanah sebagai Ketua Kampus 1 di daerah Gunung Lingkas.

Melihat ada empang di samping musholla yang tidak produktif, ditambah bekal pengalamannya menjalani budidaya ikan bandeng di Kampus 1, Cepi mantap memanfaatkan empang ‘menganggur’ tersebut. Dengan bantuan santri, dibangunlah keramba-keramba untuk budidaya ikan di empang berukuran 50 x 30 meter itu. Ikan yang dibudidayakan yaitu ikan patin dan lele.

Kini, dengan semakin berkembangnya budidaya ikan air tawar ini, tidak hanya keberlangsungan ‘dapur santri yang mengepul’, namun juga memberikan inspirasi kepada warga sekitar untuk juga membangun usaha yang sama. Beberapa dari mereka membuat kolam untuk budidaya ikan patin dan lele di pekarangan rumah masing-masing.

“Tanpa ada skenario, justru kami yang didaulat menjadi konsultan mereka. Itu karena usaha pesantren ini telah mampu memberikan contoh yang sangat baik, sehingga ketika masyarakat menemui masalah dalam hal budidaya ikan seperti bagaimana konsep keramba yang baik, bibit yang unggul, pola sirkulasi airnya seperti apa, semuanya bertanya ke kami,” tambah Cepi, pria kelahiran Jakarta 36 tahun lalu.

Koordinator Pendayagunaan BMH Tarakan Luqman menambahkan, BMH telah mempersiapkan pengembangan usaha kedepannya. “Untuk selanjutnya, kita akan mengupayakan agar panti memproduksi sendiri pakan ikan dari bahan kepala dan kulit udang. Di kota Tarakan ini stok kulit dan kepala udang cukup melimpah, sehingga diharapkan bisa lebih menekan biaya pakan,” ujarnya.

Panen kali ini khususnya setelah mendapat suntikan dana dari BMH mampu menghasilkan ikan patin 550 kilogram. Dengan harga jual Rp 25.000 per kilogram, hasil yang didapat sekira Rp 13.750.000 dipotong bea operasional dan pakan Rp 650.000. Begitu juga dengan panen ikan lele, mampu menghasilkan sekira Rp 5.940.000 dengan bobot panen 330 kilogram.

Alhamdulillah nilai rupiahnya telah dinikmati oleh santri, juga kelezatan dagingnya. Semoga kelezatan daging ikan patin dan lele yang dinikmati oleh 108 santri mampu mengalirkan kelezatan berkah bagi anda yang telah menunaikan zakat dan sedekah melalui BMH. (elo/bmhtrk)

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635

YOGYAKARTA. Faisal tampak serius. Tangannya dengan cekatan meletakkan pisang yang telah dibakar di piring kecil. Siswa SDIT Hidayatullah Yogyakarta ini lalu meletakkan meises (coklat butir) di atasnya. Aroma lezat menyeruak menusuk hidung. Hal yang sama juga dilakukan teman-temannya. Ada yang mengupas pisang dan membakarnya. Semua dilakukan dengan cekatan. Karena agak terburu-buru, meises ceres sempat sedikit terserak di atas meja. Subliyanto, guru pendamping ikut mengupas pisang dan mengiris-ngiris kecil. Sesekali pria yang disapa ustadz Yayan ini mengomando para anggotanya itu.

Setelah selesai, pisang bakar itu ditata rapi di atas meja. Di dekatnya, ada secarik kertas yang berisi daftar harga dengan tulisan agak besar. Pisang bakar biasa Rp 2 ribu, pisang spesial Rp 2.500, dan pisang super Rp 3 ribu. Para pembeli yang tidak lain adalah siswa lainnya dan juga beberapa wali siswa mengerubutinya. Mereka melihat-lihat menu pisang bakar yang dibuat Faisal dan teman-teman. Ada yang tertarik dan membeli. Namun, ada juga yanga hanya melihat-lihat lalu pergi.

Agar jualannya laris manis, ustadz Yayan menyuruh beberapa siswa berkeliling untuk menawarkannya. Mereka keliling ke stand-stand menu lainnya sambil membawa pisang dalam nampan sambil berteriak lirih: “Pisang bakar-pisang bakar! Enak dan murah!”

Kontan, aksi itu mencuri perhatian wali siswa dan siswa lainnya. Tak sedikit yang membeli. Manuver itu cukup jitu. Pisang bakar kelompok ustadz Yayan laris manis. “Alhamdulillah, belum lama sudah terjual 20 pisang bakar,” ujar guru asal Madura ini.

Kegiatan wirausaha itu diikuti siswa kelas III sampai VI. Ada sekitar 25 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Dana yang dipakai murni dari iuran siswa Rp 10 ribu per siswa. Menurut Untung Purnomo, Kepala Sekolah, kegiatan belajar wirausaha itu dilakukan setiap semester untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian siswa.

“Kita berharap, dengan acara ini mereka tergugah untuk menjadi pengusaha dan tidak malu untuk berjualan,” ujarnya.

Selain itu, katanya, acara itu juga menumbuhkan kreatifitas anak. Sebab, anak harus berkreasi membuat menu makanan yang berbeda dengan kelompok lain dengan bahan dasar makanan alami yang telah disediakan. Setiap kelompok tidak bisa memilih bahan baku karena berdasarkan undian.

“Karena itu, mereka harus berusaha sekreatif mungkin,” tuturnya lagi.

Setiap kelompok juga dinilai dan menjadi pemenang. Kriterianya ada tiga: kebersihan, kreasi, dan kerjasama. Halaman sekolah ketika itu persis pasar. Ada terop besar dan 25 stand dengan produk yang berbeda. Ada yang jualan empek-empek Palembang, tela-tela keju, jus buah, nasi goreng, dan menu lainnya.

Tidak hanya itu, untuk menarik pembeli, mereka juga memasang poster berisi kalimat unik, seperti: Saatnya kembali ke makanan alami; Dengan mengonsumsi juice, tubuh Anda jadi segar; dan kalimat lainnya. Acara yang juga disponsori oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta ini mengundang simpati banyak orang, termasuk siswa MTs dan MA Hidayatullah Jogja yang sedang istirahat.

‘Kami sangat mendukung acara ini. Kami juga berharap, dengan sarana pembelajaran ini, akan lahir pengusaha muslim yang mulia dan sukses,” ujar Haris, Kepala Cabang BMH Jogja. **

Rekening Infaq a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA 553.0111.999
BNI 8924.923
BSM 700.611.4908
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.371.003
MANDIRI 006.000.4955.658
MUAMALAT 305.00.237.15

TANGERANG. Pustaka Iman Pondok Ranji yang dibentuk oleh Baitul Maal Hidayatullah mengadakan soft launching Jum’at (26/04) lalu. Kegiatan yang bertempat di rumah Ketua RT 05 (RW 15) ini dimeriahkan dengan lomba mewarnai, lomba menggambar, dan lomba pembacaan puisi.

Puluhan anak yang tinggal di sekitar rumah baca ikut memeriahkan acara launching tersebut. Mereka sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang dimulai setelah sholat Ashar hingga pukul 17.00 WIB.

Korlap pendayagunaan BMH Hamid Safari menyampaikan, rumah baca anak Pustaka Iman diinisiasi sebagai upaya untuk memberikan wadah keilmuan, wawasan bagi masyarakat dan utamanya anak-anak.

Dengan adanya perpustakaan di tengah-tengah perkampungan yang cukup padat ini, diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kegiatan yang menumbuhkan minat baca hingga pengetahuan dan wawasan masyarakat dapat lebih tergali. Meskipun koleksi buku masih di kisaran seratus lima puluh judul, namun sudah cukup menarik minat warga sekitar, terlebih anak-anak, untuk datang berkunjung ke Pustaka Iman.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua RT 05 Nadih atas berdirinya Pustaka Ilmu. “Saya sangat mendukung program-program yang dijalankan oleh BMH di daerah kami di Pondok Ranji ini. Selama hadirnya BMH di tempat kami, banyak manfaat yang kami rasakan” tutur Pak RT yang bersahaja ini.

“Semoga kedepan BMH lebih banyak lagi menebarkan dan memberi manfaat bagi ummat,” tambahnya. **

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635

BATAM. Ahad (21/4), seorang ibu bersama tiga anaknya datang ke pesantren Hidayatullah Batu Aji. Marlina, sang ibu, bercerita kondisi kehidupannya saat ini yang semakin sulit karena telah ditinggal suaminya. Suaminya pergi sejak 6 bulan yang lalu dan sekarang dalam kondisi hamil.

Keesokan harinya, tim BMH Kepri mengunjungi Marlina yang tinggal di kamar kos di perumahan Griya Permata Blok A/68. Bersama tiga orang anaknya, Desi (8), Muh. Indra (5), dan Muh. Andri (3), Marlina menempati kamar kos berukuran 3 x 4 meter itu.

Marlina menuturkan bahwa saat ini ia tidak bekerja lagi karena sedang mengandung anaknya yang keempat, sedangkan usia kehamilannya sudah mencapai 7 bulan.

“Sebenarnya saya tidak ingin minta belas kasihan kepada orang lain. Karena hamil tua dan tidak sanggup bekerja, apalagi harus jalan kaki yang jaraknya jauh dari tempat kerja setiap hari, jadi saya putuskan berhenti kerja dulu. Setelah anak saya lahir nanti, akan saya titipkan pada saudara, dan saya berencana bekerja lagi di tempat semula. Gajinya tidak besar, hanya delapan ratus ribu sebulan, tapi itu sudah terasa cukup bagi saya untuk bayar kos dan sisanya buat makan kami,” tuturnya sambil mengusap air matanya dengan jilbab yang dikenakan saat itu.

Kemudian ia melanjutkan kisah perjalanan hidupnya sampai merantau ke Batam. “Sebulan setelah almarhum suami pertama meninggal, saya langsung ke Batam dari kampung di Medan. Setiba di Batam, saya diperkenalkan dengan seorang pria oleh seorang teman, lalu kami putuskan menikah. Pernikahan kami dilakukan oleh seorang ustadz di Batu Aji. Setelah berjalan tiga bulan pernikahan kami, tiba-tiba suami pergi tanpa sebab dan tanpa kabar berita, hingga umur kandungan saya saat ini berusia sembilan bulan. Tinggal menghitung hari akan melahirkan anak saya. Saya hanya berfikir, dia pergi mininggalkan saya bersama anak saya karena tidak sanggup menghidupi kami. Saya pun memahami, karena kerja sebagai buruh bangunan yang tidak menentu sangat berat membiayai ketiga anak saya. Munngkin sudah nasib saya, namun saya sangat yakin, Allah beri saya kemampuan untuk tetap bisa bertahan dan membesarkan anak-anak saya, tanpa seorang ayah sekalipun.”

Lanjutnya lagi, “Bapak-bapak dari BMH bisa lihat sendiri kondisi kami di sini tanpa apapun, bahkan untuk makan saja sudah tidak ada. Selama ini kami diberi makan oleh tetangga dan pengurus masjid di perumahan ini.”

Dalam kunjungan tersebut, BMH menyalurkan bantuan dana dari zakat dan infaq para donatur untuk membantu kebutuhan hidup Marlina bersama anak-anaknya.

“Terimakasih atas bantuan dari BMH, semoga tim BMH diberi kesehatan. Semoga para donatur yang baik juga diberi kesehatan dan murah rezeki,” doa Marlina mengiringi tim BMH pamit. Doa dari seorang ibu yang tangguh.**

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635

PALEMBANG. Pandangan Dadan Abdul Fattah menyapu kebun karet di sekelilingnya. Sambil beristirahat bersama para santri setelah menyadap getah karet, pikirannya menerawang kembali ke tahun 1994. Kala itu ia masih berstatus santri di Pesantren Hidayatullah Palembang. Bersama teman-temannya, Dadan ditugaskan oleh Ustadz Amin Mahmud, perintis pesantren, untuk membabat hutan dan menanam karet.

Berawal dari tanah hibah masyarakat seluas 3 hektar, dua-pertiganya ditanami karet. Setiap hari, para santri merawat tanaman karet penuh ketekunan. Mulai dari membersihkan gulma (tanaman pengganggu), menjaga sistem penyadapan agar tidak merusak kulit batang, pemupukan, hingga memangkas dahan yang tidak perlu. Semua itu dijalani dengan keikhlasan, sebagai bagian dari bakti santri terhadap dakwah dan pesantren yang menaunginya.

Kini, Dadan (31) bukan lagi sebagai santri di Pesantren Hidayatulah Palembang, melainkan pengajar. Lelaki asli Palembang ini bersyukur, ia termasuk salah satu yang bisa menyaksikan hasil perintisan pesantren. Sedikit demi sedikit, tanah pondok pesantren berkembang hingga luasnya sekarang 20 hektar. Kebun karet pesantren pun bertambah luas, dari 2 hektar kini menjadi 7 hektar.

Setiap dua pekan, para santri rutin menyadap getah karet, menghasilkan lebih dari 300 kilogram getah per bulan. Dari total 5000 pohon, sebanyak 400 pohon perawatannya dilakukan oleh pihak pesantren. Sedangkan sisanya, pesantren mengajak warga sekitar untuk melakukan perawatan dengan sistem bagi hasil.

“Alhamdulillah, dengan adanya program Pesantren Berdaya yang dilakukan BMH ini, kami bersama warga sangat terbantu terutama dalam hal perawatan perkebunan karet yang kami jalani. Sekarang, bahkan kebun kita ini sudah beberapa kali dijadikan arena outbond. Jadi manfaatnya kami rasakan terus berkembang,” ujar dai beranak tiga ini dengan senyum yang tak kalah mengembang.

“Sekarang kita hampir selesai membangun gudang. Rencananya, insya Allah kita akan berupaya membeli getah karet petani sekitar untuk suplai industri pengolahan karet di Sumsel ini, mohon doanya,” tambahnya lagi.

Tidak hanya kegiatan ekonomi, Pesantren yang berlokasi di Desa Tanjung Merbu, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin ini memang berusaha melibatkan warga sekitar dalam pendidikan dan pembinaan masyarakat. Sebagian dari 120 santri merupakan anak-anak warga setempat. Selain pengajian rutin pekanan untuk warga, ada juga pengajian bulanan untuk gabungan beberapa majelis ta’lim di pondok pesantren. Para ustadzah pun aktif berkeliling rumah warga untuk mengajar bacaan Al-Quran.

Semua cerita tentang Pesantren Berdaya ini dimulai dari zakat yang Anda keluarkan. Sekali lagi terbukti, zakat pilar perubahan.**

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635

PROBOLINGGO. Ahad (21/04), BMH Probolinggo mengadakan launching Program Beasiswa Berkah kepada siswa-siswi SD sampai SMA dan pemberian beasiswa kepada anak asuh.

Bersamaan dengan launching tersebut juga diadakan kajian Islam yang rutin dilaksanakan setiap bulan, dengan materi ‘Menyosong Peradaban Islam’ disi oleh Ustadz Hasan Adam. Ada juga kegiatan ‘Petuah’ (Pesantren Sabtu Ahad) untuk siswa kelas 5 SD Integral Hidayatullah.

Bertempat di Hidayatullah Center, penyerahan besasiswa dihadiri oleh para orangtua asuh, anak asuh dan orang tua penerima beasiswa, guru, donatur, wali murid dan para jama’ah pengajian. Beasiswa ini rutin diberikan setiap bulan kepada anak asuh yang lulus seleksi dari BMH.

Program Beasiswa Berkah merupakan sub-program dari program Beasiswa Anak Indonesia secara nasional. Program ini diperuntukkan bagi pendidikan anak-anak yatim dan kurang mampu, terutama mereka yang memiliki prestasi belajar baik formal maupun nonformal, serta mereka yang sudah putus sekolah karena belum bisa melanjutkan sekolahnya.

Diharapkan dengan adanya program ini semakin banyak yang berminat menjadi orang tua asuh dan semakin banyak pula mereka yang mendapatkan kemudahan dalam belajar dan terus melanjutkan sekolahnya. Insya Allah, BMH Probolinggo menargetkan tahun ini mengajak 1000 orang tua asuh, sehingga 1000 anak asuh dapat diringankan beban pendidikannya dan mereka masih bisa terus sekolah.

Bergabung bersama kami membangun kemandirian ummat dengan zakat, infaq, sedekah dan wakaf anda. Bagi yang berminat menjadi orang tua asuh di wilayah Probolinggo, silakan menghubungi kantor BMH Cabang Probolinggo, Telepon 0335-7606000, SMS 082330232345. Rekening Muamalat 019.76693.21, BRI 6519.01.016923.53.6 a/n Baitul Maal Hidayatullah (Gus H)

JAKARTA. Menyambung program recovery banjir di kawasan pinggir kali Ciliwung, Jum’at 19 April lalu Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mendirikan rumah baca anak sebagai sentra belajar anak-anak para korban banjir. Pendirian rumah baca yang diberi nama Pustaka Ilmu Ciliwung ini berlokasi di Kampung Melayu Besar Gg. Masjid 1 Kebon Baru Tebet Jakarta Selatan atau tepatnya di depan masjid Jami’ Al-’Atiq.

Di sebuah ruko tiga lantai yang dipinjamkan pemiliknya untuk dipakai kegiatan belajar masyarakat, Pustaka Ilmu ini menempati ruangan di lantai bawah. Lantai dua saat ini sudah digunakan untuk kegiatan bimbingan belajar, yang sebagian besar siswanya adalah anak asuh penerima beasiswa berkah dari BMH. Kegiatan bimbel tersebut dilaksanakan oleh para relawan BMH yang tergabung dalam lembaga Bina Insan Cemerlang (BIC).

Dimulai pukul 14.30 WIB, beragam rangkaian acara menghiasi kegiatan launching Pustaka Ilmu Ciliwung, diantaranya lomba mewarnai, lomba menggambar, dan penyampaian dongeng edukatif untuk anak-anak.

Menurut koordinator program pendidikan BMH Ahmad Fudholi, Pustaka Ilmu dibangun sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan minat baca yang saat ini tergolong masih rendah. “Untuk menarik minat anak-anak dalam membaca, pengelola Pustaka Ilmu ini dituntut untuk selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan menghibur, seperti kegiatan dongeng dan pemutaran film pendidikan sehingga anak-anak dan remaja merasa betah bermain di tempat ini,” tuturnya.

BIC yang bertindak sebagai operator Pustaka Ilmu Ciliwung ini sendiri telah lama menjadi mitra kerja BMH. Selain membina puluhan anak asuh penerima Beasiswa Berkah BMH yang berdomisili di sekitar sungai Ciliwung, lembaga bimbel ini juga mengerahkan puluhan relawan yang menjadi mentor dan guru bahasa Inggris untuk sekitar 630 anak asuh BMH di Jakarta, Bekasi dan Depok.

“Saya memang sudah lama berharap ada bantuan perpustakaan untuk anak-anak di sekitar Ciliwung ini. Alhamdulillah, ada program BMH merealisasikan harapan saya dan juga harapan anak-anak ini. Mudah-mudahan perpustakaan kami ini nanti tidak tenggelam. Kalau banjir datang lagi tahun depan, saya sendiri yang akan mengangkut buku-bukunya ke lantai atas,” ungkap Koordinator BIC Ani Sagianti penuh semangat.** (fdhl)

Rekening Zakat a/n Baitul Maal Hidayatullah:

BCA SYARIAH 0016.000.066
BNI 8924.912
BRI SYARIAH 1004.088.267
BSM 700.611.3413
CIMB NIAGA SYARIAH 5200.100.117.001
DKI SYARIAH 7047.000.656
MANDIRI 006.000.1162.753
MUAMALAT 305.00.238.15
PERMATA SYARIAH 971.000.635